Selasa, 24 Februari 2009

Bioritmik....

Kubuka lembaran baru
Kutatap langit yang membiru Terpaku pesona Karya pencipta alam raya

Kan kuayunkan langkah kakiku Seiring Awan yang melaju.........

Kutepis khayalan sirna bayang semu kubuang malasku

secercah cahaya bias bentang alam semesta

sadarkan sombongku tuk selalu luruskan niatku padaMU

Ku kan selalu mencoba tegak mengejar raih citaku

Tinggi di awan kugantungkan segenap

Tiada ragu karna tetap kutuju raih cintaMu selalu.......

Sabtu, 21 Februari 2009

SENDIRI......

Ada yang bilang bahwa sendiri itu sepi dan ada yang bilang bahwa kesendirian identik dengan kurang pergaulan, ada yang bilang bahwa sendiri itu sinergi dengan egois dan cenderung kepada kesombongan. Semua orang boleh berkata dan mendefinisikan tentang kesendirian itu. Setiap orang juga berhak mengkalim apa yang didefinisikan adalah yang benar dan yang terbaik. Namanya juga pendapat orang...kita wajib menghargainya dengan tulus. Sendiri, bagi sebagian orang adalah menjemukan dan membosankan akan tetapi sendiri bagi orang yang lainnya adalah sebuah rekreasi yang menyenangkan. Kembali lagi setiap orang boleh berpendapat lho...asalkan tidak menyakiti orang lain. Sendiriku adalah salah satu bentuk rekreasiku. Ada teman yang mengatakan itu adalah sebuah arogansi yang tidak seharusnya dipertahankan, aku menghargainya....mungkin kesendirianku pada saat itu tidak pas momentnya. Sendiriku memang banyak artinya, karena ketikaku ingin menyendiri pasti ada maksud dibalik aktivitasku itu. Entahlah...mungkin bisa diartikan sendiri tentang maksud itu. Yang terpenting buatku aku tidak merugikan orang lain yang ada di sekitarku. Thats it.

Sahabat, sendiriku disini adalah murni sebuah aktivitas, bukan menjadi sebuah status. Karena sendiri dalam hal status pasti ingin kuakhiri....entah kapan??

Minggu, 24 Agustus 2008

Surat Dari Ibu...

Surat dari ibu

karya Asrul Sani

Pergi ke dunia luas anakku sayang

Pergi ke hidup bebas

Selama angin masih angin guritan

Dan matahari pagi menyinar daun-daunan

Dalam rimba dan padang hijau


Pergi kelaut lepas anakku sayang
Pergi kealam bebas
Selama hari belum petang

Dan warna senja belum kemerah-merahan

Menutup pintu waktu lampau

Jika bayang telah pudar

Dan elang laut pulang kesarang

Angin bertiup ke benua

Tiang-tiang akan kering sendiri

Dan nahkoda sudah tahu pedoman

Boleh engkau datang padaku

Kembali pulang anakku sayang

Kembali ke balik malam

Jika kapalmu telah rapat ketepi

Kita akan bercerita

Tentang cinta dan hidupmu pagi hari