Selasa, 14 September 2010

Sub episode dari Ragunan

Aku menyebutnya sebagai sub episode dari babak Ragunan karena merupakan episode yang berulang dari pengalaman hidup aku. Hanya pemainnya yang berbeda. Sub episode pertama pada saat aku baru seminggu di Ragunan dan Sub episode kali ini pada hari ke-2 lebaran, dimana Ragunan menjadi tempat wisata favorit keluarga karena murah dan terjangkau.
“Ragunan bakal ramai banget, lho!” Kata hampir semua orang yang tahu kalau kami mau keragunan. Karena acara potluck diragunan sudah direncanakan jauh-jauh hari, so the show must go on. Rame malah asyikkan, daripada sepi kayak kuburan. Mendingan rame sehingga kita bisa lihat tingkah laku manusia yang beraneka ragam dan diciptakanTuhan dalam kondisi yang sebaik-baiknya. Berbekal patungan, aku, Bejo, likah berbelanja untuk persiapan potluck. Menu favorite kami adalah telur dadar, seafood dan bakso. Dan utuk proses pengolahan adalah bagian aku yang ketiban sampur, soalnya aku yang tidak sedang on duty. Yo wis lah nggak papa, belum tahu kalau aku adalah murid dari Rudi Hadisuwarno , eh keliru maksudnya Rudi Khairuddin si jago masuk yang beken itu. Dengan modal bumbu Royco akhirnya jadilah sebuah mahakarya masakan mie goreng bertabur udang bakso dan telur dadar. Thit is it…..indomie telur bertabur udang bakso ala chef Adi Quinn! Biar ancur yang penting pede.
Dari BSD by taksi, modal dikit soale kalau naik angkot bisa 4 kali ganti (males). Selisih 50 ribuan yang penting cepat dan nyaman, tul nggak. Lha wong patungan juga. Sing penting Happy. Sampai Ragunan sudah menjelang siang, but memang benar lho, rame abis, sampai ada yang bawa truk segala. Sebagian besar memang didominasi oleh pasangan muda dengan anak-anak kecil mereka. Kebiasaaan kita memang bercanda dan mengoceh sepanjang jalan. Maklum, mumpung belum terikat ama KUA, puas-puasin saja ngegombalnya, jepret sana, jepret sini, bergaya di tengah kebon or nampang di kandang Si amang (ini bukan nama orang lho). Pheewww, panas dan pegel, soalnya mengelilingi raguanan lumayan gempor. Niatnya sih biar cepet laper juga, supaya potlucknya sukses abizz.
Jam 12 adalah waktu yang ditunggu-tunggu, time for lunch. Lets begin our party under tree. Karena kita terkenal hemat bijaksana so cuma beralaskan Koran (hemat opo miskin yo, beda tipis). Mari kita mulai potlucknya! Usut punya usut ternyata sebagian hidangan kita adalah karbo lauk karbo, nasi lauk mie yang bejibun dengan kerupuk ditambah sambil kreasi cheft Bejo belibis plus saus tiram…hmmm yummy, si Okti dengan sambel yang super pedesnya yang bikin kayak racun di lidah. Phewww….Untung masih ada bakso, telur, udang sama ikan asin. So karbo lauk karbonya sedikit berkurang.
Kloter pertama makan sudah usai, but makanan masih banyak cing. Niat lanjut ke kloter kedua, ntar siang menjelang sore. Jam 13.00 time for pray, but noraknya, Bejo, arif and me nggak bawa sarung. Tuh ketahuan nggak inget sama Tuhan pas senang-senang. Dengan pe denya pakai celana ¾ semua. Ancurnya lagi si Arif dan Bejo celananya kembar. Dasar, itulah risiko beli barang murahan, banyak duplikatnya. Beda sama celanaku yang eksklusif asli Te Esan Ramayana. Yess!
Pas lagi hanging out, mendadak hujan gerimis dan kemudian panas, so alternative yang terbaik adalah lari menyelamatkan diri. Kata Si Okti dia adalah produk anti air so musti diselamatkan dari kerusakan, Si Likhah yang anti mabok (antimo kali), ngacir juga apalagi aku yang anti karat he..he..he… So, perjalanan kita berakhir di kost-kosantku. Ngadem sambil leyeh-leyeh (maklum si Likhah sama Bejo habis ronda di Eka, sudah ronda pake angkat-angkat lagi, lengkap dech sengsaranya). Sambil leyeh-leyeh sama sortir foto yang mau di upload, biasa sich a little bit show off. Kapan lagi kalau nggak sekarang keburu tua!
Episode sub ragunan mesti diakhiri seiring cahya tembaga semburat di barat, setelah hujan yang mengguyur akhirnya waktu jua yang memisahkan kita, ceilee sok melankolis. Ada banyak sub episode yang telah kita rencanakan, ada sub Epidose TMII, Monas, Museum, Bogor, Mekarsari, Bandung, dan kepulauan 1000. Ntar kapan akan terjadi yang penting mimpi dulu bisa jalan-jalan lagi, murah, meriah dan berkesan. So, lets we traveling……..

Ragunan, 11 September 2010

1 komentar:

Sang Bedjo mengatakan...

Berkunjung-berkunjung...ayo gantian kunjungi aku di www.sangbedjo.blogspot.com